Bencana Merapi Pasca Letusan 5/10/2010

08/11/2010 Comments Off on Bencana Merapi Pasca Letusan 5/10/2010

Merapi 14 Novemeber 2010 dari Camera Blackberry saya

Erupsi gunung Merapi 26 Oktober 2010 yang membinasakan desa keramat Kinahrejo, merenggut nyawa pemegang jabatan tradisional dari kraton Yogyakarta, juru kunci merapi Mbah Maridjan, dan 30 nyawa lainnya. Kemudian disusul dengan beberapa erupsi-erupsi yang lain yang memaksa 60.000 warga sekitar lereng gunung Merapi mengungsi meninggalkan rumah dan sawah sejauh 10 KM.

Kemudian terjadi ledakan besar tanggal 5 November 2010, yang membinasakan beberapa desa di bantaran sungai Gendol, merenggut ratusan nyawa manusia yang hingga kini belum diketahui persis jumlah korban meninggal, karena desanya terkubur material panas yang dimuntahkan oleh merapi, kembali memaksa lebih banyak warga untuk pergi mengungsi. Zona aman dirubah menjadi 20 KM dan total pengungsi mencapai 300.000 orang lebih. Titik-titik barak pengungsian selalu berubah dan menyulitkan siapa saja yang hendak membantu mereka.

Ketika ledakan tanggal 5 November 2010, saya naik mengendarai mobil bak terbuka untuk membantu teman-teman SAR melakukan evakuasi, baik untuk yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Saat itu juga saya menyadari bahwa bencana alam kali ini bisa jadi pekerjaan kemanusiaan yang lebih berat dari gempa 2006.

Gempa 2006 telah merenggut nyawa 7.000 orang di Yogyakarta dan Sekitarnya, juga merobohkan rumah puluhan ribu. Saat itu kita dihantam bencana sekali dan langsung bisa mengerti bagaimana step by step cara membantu; logistic, rehabilitasi, rekonstruksi. Warga juga tidak meninggalkan desa mereka, bahkan kita bisa melihat bagaimana mereka masih bisa memanen hasil sawah dan kebun diantara reruntuhan rumah-rumah mereka. Recovery yang dilakukan pun bisa berjalan sangat baik.

Tapi saat ini kita berurusan dengan orang-orang yang meninggalkan rumah dan sawah mereka. Sebagian dari mereka tidak mungkin kembali lagi ke rumah dan sawah mereka yang sudah tertutup material merapi 2 s/d 5 meter, seperti candi-candi purba yang diketemukan terkubur tanah. Sebaran abu vulkanik juga telah membinasakan puluhan ribu hektare sawah dan perkebunan, panen gagal dan baru tiga tahun kemudian tanah kembali bisa diolah. Padahal mereka adalah masyarakat tradisional yang kebanyakan tidak memiliki akun di bank, simpanan dan kekayaan mereka adalah sawah dan ternak.

Tergambar jelas krisis pangan dilereng Merapi tiga tahun kedepan.

Kami hanyalah bagian kecil dari peristiwa-peristiwa ini yang ingin mengambil peran; terlibat untuk menolong korban bencana letusan Merapi.

Tentu saja aksi yang kami kerjakan sedikit banyak menggangu pekerjaan kami sehari-hari. Bagi saya pribadi, aktivitas ini mengganggu persiapan Jogja Hip Hop Foundation yang akan manggung di New York dan San Francisco, juga membuat jadwal editing film documenter kami Hiphopdiningrat (Java Hip Hop) mundur. Apalagi salah satu dari pesonil Jogja Hip Hop Foundation menjadi pengungsi. Tentu teman-teman yang lain di United of Nothing mempunyai ceritanya sendiri-sendiri. Tapi kami benar-benar tidak bisa menyaksikan penderitaan pengungsi tanpa kami berbuat sesuatu untuk mencoba membantu sebisa mungkin.

Kill the DJ

Tagged:

Comments are closed.

What’s this?

You are currently reading Bencana Merapi Pasca Letusan 5/10/2010 at UNITED OF NOTHING.

meta

%d bloggers like this: