Napak Tilas Kinahrejo

26/12/2010 Comments Off on Napak Tilas Kinahrejo

Serangkaian kegiatan wisata vulkanik di Dusun Kinahrejo

Napak Tilas Kinahrejo adalah program pariwisata di area Dusun Kinahrejo yang dirancang dan digerakkan oleh warga Kinahrejo sendiri. Dua bulan setelah erupsi Merapi 2010 yang mengubur Dusun Kinahrejo, warga Kinahrejo sudah siap mengakhiri masa berdukanya. Berlandaskan pemikiran, “Jika kita ingin menjadi seorang pemenang, kita harus mewariskan mata air kepada penerus kita, bukan air mata,” mereka bangkit bersama-sama untuk memutar roda ekonominya.

Kepala Dukuh Kinahrejo, Ramijo, dan Pengelola Barak Pengungsian Al Qodir, Agus Choliq, memfasilitasi pembentukan kegiatan yang dirancang warga untuk para wisatawan. “Jika kita yakin akan sesuatu dan berusaha mewujudkannya maka kemungkinan gagal adalah 0,0%” demikian pernyataan warga Kinahrejo.

Setelah Erupsi Merapi 2010

Kawah Merapi membesar kurang lebih 400 meter sebelum erupsi 26 Oktober 2010 (REUTERS/DWI OBLO)

Kawah Merapi membesar kurang lebih 400 meter sebelum erupsi 26 Oktober 2010 (REUTERS/DWI OBLO)

Merapi sudah tenang. Per 3 Desember 2010, status Gunung Merapi diturunkan menjadi siaga. Sejumlah penduduk yang sudah sebulan menyintas di berbagai tempatpun mulai kembali ke rumah-rumahnya yang diselimuti abu dan pasir. Gotong-royong mereka memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil di rumah dan seluruh desa mereka. Warga lereng Merapi memang patut dijadikan teladan soal gotong royong. Goa Jepang, di puncak Kalitengah Lor, merupakan mata air mereka. Dari sana kita bisa melihat pipa-pipa air yang menuju ke berbagai desa di lereng Merapi yang dibangun sendiri oleh warga.

Bagaimana dengan penduduk yang kehilangan rumahnya? Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 28 dusun yang mengalami kerusakan dan kehilangan tempat tinggalnya. Di mana warga dusun-dusun itu sekarang? Apa yang bisa mereka lakukan sekarang?

Kisah Kinahrejo
Kinahrejo adalah dusun tertinggi di lereng selatan Gunung Merapi, di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, dan 4,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Dusun Kinahrejo dibangun lima generasi yang lalu. Nama Kinahrejo diambil karena banyaknya pohon kinah (yang daunnya mengandung obat pencegah malaria) yang tumbuh di sana. Kinahrejo juga merupakan dusun tempat tinggal Alm. Mas Penewu Surakso Hargo (lebih dikenal sebagai Mbah Maridjan) yang ditunjuk langsung oleh Sultan Hamengkubuwono IX untuk menjalankan ritual Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di puncak Gunung Merapi.

Mbah Mardijan melakukan ritualnya. Foto diambil pada 16 Mei 2006 (AFP/GETTY IMAGES/TARKO SUDIARNO)

Mbah Mardijan melakukan ritualnya. Foto diambil pada 16 Mei 2006 (AFP/GETTY IMAGES/TARKO SUDIARNO)

Mayoritas penduduk Kinahrejo bermata-pencaharian sebagai peternak sapi perah. Sebelum erupsi Merapi 2010, penduduk Kinahrejo bisa menghasilkan 5.000 liter susu per bulannya. Tak heran Kinahrejo terkenal sebagai pusat produsen susu sapi segar.

Kinahrejo, Sleman, pada 27 Oktober 2010 (GETTY IMAGES/ULET IFANSASTI)

Kinahrejo, Sleman, pada 27 Oktober 2010 (GETTY IMAGES/ULET IFANSASTI)

Setelah erupsi pada 26 Oktober 2010, 34 penduduk Kinahrejo, termasuk Mbah Maridjan, meninggal dunia. Dua diantaranya masih belum ditemukan. Dari 200 sapi, hanya 26 ekor yang selamat. Sebagian besar sapi yang selamat menderita luka bakar. “Sapi yang menderita luka bakar itu susunya tidak seenak biasanya,” demikian cerita Mas Mulyadi soal pengalamannya pasca erupsi Merapi 2006. “Mungkin sapinya stress,” lanjut Mas Soleh sembari tertawa kecil, namun lebih banyak seriusnya.

Kinahrejo, Sleman, pada 9 Desember 2010 (Foto oleh Elisabeth Inandiak)

Kinahrejo, Sleman, pada 9 Desember 2010 (Foto oleh Elisabeth Inandiak)

Erupsi Merapi selanjutnya, 5 November 2010, kemudian mengubur seluruh penjuru Dusun Kinahrejo. Ketika sebagian besar penduduk lereng Merapi kemudian pulang ke dusunnya masing-masing, 280 warga Kinahrejo tidak bisa pulang. Dusun Kinahrejo sudah tidak bisa dihuni lagi. Tetapi, tanah Kinahrejo mewariskan kesuburan, semangat, dan kearifan lokal.

Kegiatan Napak Tilas Kinahrejo

Topeng Pentul yang ditemukan Pak Margo di atas rumahnya yang tertimbun pasir (Foto oleh Elisabeth Inandiak)

Topeng Pentul yang ditemukan Pak Margo di atas rumahnya yang tertimbun pasir (Foto oleh Elisabeth Inandiak)

Jathilan
Awal Desember 2010, Pak Margo mengunjungi Dusun Kinahrejo. Satu-satunya barang yang ia temukan di atas rumahnya yang sudah tertimbun pasir adalah topeng kesayangannya, Pentul. Dari keajaiban itulah, seni jathilan Kinahrejo lahir kembali. Mas Sarwan, anak Pak Margo, mulai sibuk melatih penari paguyuban jathilan di pengungsian warga Kinahrejo.

Menanam bibit pohon kinah untuk di tanam di areal bekas rumahnya di Dusun Kinahrejo (Foto oleh Elisabeth Inandiak)

Menanam bibit pohon kinah untuk di tanam di areal bekas rumahnya di Dusun Kinahrejo (Foto oleh Elisabeth Inandiak)

Kinahrejo hijau
Warga Kinahrejo bersama ratusan teman sudah mulai menanam ribuan bibit pohon di tanah Kinahrejo: kinah, kemiri, sengon, jeruk, mangga aromanis, sukun, klengkeng, srikaya jumbo, pisang ambon, pisang mas, alpukat, leci, pala, dll. Melalui penghijauan kembali bumi Kinahrejo, mereka ingin menyatakan kepemilikan mereka atas tanah tersebut, merehabilitasi tanah kelahirannya menjadi hutan yang produktif, dan menghidupkan kembali lingkungan di puncak lereng Merapi. Warga Kinahrejo mengajak para pengunjung untuk ikut menghijaukan bumi Kinahrejo.

Suseno, 18 tahun, sedang beraksi di kaki Merapi (TEMPO/MUHAMMAD SYAIFULLAH)

Suseno, 18 tahun, sedang beraksi di kaki Merapi (TEMPO/MUHAMMAD SYAIFULLAH)

Jejalan vulkanik
Sembari menikmati pemandangan alam yang menakjubkan, pengunjung diajak untuk menelusuri kembali kehidupan sehari-hari Dusun Kinahrejo sebelum erupsi Merapi 2010, termasuk situs rumah juru kunci Merapi, Mbah Maridjan. Pengunjung bisa memilih untuk berjalan kaki, naik motor, atau naik motor trail.

Rancangan warung Kinah (Sketsa buatan warga Kinahrejo)

Rancangan warung Kinah (Sketsa buatan warga Kinahrejo)

Warung Kinah
Berawal dari dapur umum pada masa pengungsian, ibu-ibu Kinahrejo menghasilkan resep gotong royong khas Kinahrejo yang bisa dinikmati di sejumlah warung bambu dengan latar pemandangan kawah Merapi.

Pondok kenang-kenangan
Pondok ini merupakan pusat informasi Napak Tilas Kinahrejo sekaligus tempat penjualan beragam kenang-kenangan buatan warga Kinahrejo. Mulai dari stiker, kaus, payung, buku, foto, dan lain sebagainya. Pengunjung juga bisa langsung mencetak hasil fotonya dengan “eyang Merapi” di atas kaus. Hasil penjualannya akan dikumpulkan untuk membiayai rekonstruksi Dusun Kinahrejo Baru.

 

Kontak “Napak Tilas Kinahrejo”:
Agus Choliq +6281328010015

Sekretariat:
Posko PP Al Qodir
Paten, Tridadi, RT 01/RW 04
Sleman, DI Yogyakarta
Indonesia

Tagged: ,

Comments are closed.

What’s this?

You are currently reading Napak Tilas Kinahrejo at UNITED OF NOTHING.

meta

%d bloggers like this: